Blog

Desain Rumah Kampung Jawa, Arsitektur Tradisional

Desain rumah kampung jawa. Dalam tulisan ini kita Mengenalkan Arsitektur Desain Rumah Kampung Jawa Tradisional.

Sampai sekarang, desain rumah kampung Jawa masih jadi pilihan favorit para pemilik rumah terlepas dari zaman yang sudah semakin modern. Bahkan, bangunan rumah baru pun masih banyak juga yang memperkenalkan unsur desain rumah tradisional Jawa.

Desain Rumah Kampung Jawa : Sekilas Rumah Tradisional

desain rumah kampung jawaRumah tradisional khas jawa pada dasarnya punya layout yang serupa antara satu dengan yang lainnya. Meski demikian, ada perbedaan terutama dari bentuk rumah yang dikarenakan status sosial serta ekonomi pemilik rumah. Dan setelah kehadiran bangsa Eropa di abad 16 dan 17, batu bata pun diperkenalkan dalam bangunan desain rumah dan pada masa tersebut, material itu digunakan oleh orang kaya. Di samping itu, desain rumah kampung Jawa juga perlahan mempengaruhi perkembangan arsitektur gaya kolonial Belanda di Nusantara karena bentuknya yang tangguh dalam melawan cuaca di iklim tropis, termasuk panas terik dan hujan lebat, tapi juga mampu mengalirkan udara di dalam rumah pada saat yang bersamaan.

Desain Bangunan Hierarki Atap Rumah Tradisional Jawa

Desain bangunan Berikut ini adalah urutan hierarki atap rumah tradisional khas Jawa dari yang paling rendah ke yang paling tinggi: kampung, limasan, dan joglo.

  • Rumah kampung.

Rumah kampung merupakan rumah milik masyarakat biasa dengan desain rumah kampung Jawa yang menunjukkan desain atap yang sangat sederhana. Puncak dari atap rumah kampung disandarkan pada 4 tiang tengah serta ditunjang 2 lapis tiang pengikat, sedangkan bubungan atapnya didukung oleh penyangga yang punya sumbu utara-selatan yang unik. Untuk memperbesar struktur rumah, pemilik cukup melebarkan bagian atap yang ada.

  • Limasan.

Keluarga Jawa dengan status lebih tinggi tinggal di dalam rumah limasan. Di samping itu, desain rumah ini pun yang paling umum ditemukan. Strukturnya termasuk denah dasar dengan 4 tiang rumah yang diperluas dengan tambahan sepasang tiang pada salah satu ujung atap/

  • Joglo.

Atap ini adalah yang paling khas, tapi juga paling rumah, serta merupakan desain atap untuk rumah milik warga dengan status sosial dan ekonomi lebih tinggi. Pada masa sekarang, rumah joglo pun dapat dimiliki oleh siapa saja yang punya cukup dana karena rumah joglo membutuhkan material yang jumlahnya lebih banyak dengan harga lebih mahal.

Layout Bangunan Rumah Tradisional Jawa

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, desain rumah kampung Jawa dari segi layout tak jauh berbeda dengan rumah limasan maupun rumah joglo, dengan 3 bangunan utama yang jadi bagian dari sebuah rumah: omah, pendopo, dan peringgitan. Berikut ini penjelasannya.

  • Pendopo.

Pendopo alias pendapa merupakan sebuah paviliun yang letaknya di bagian depan area rumah untuk menerima tamu, pertunjukan ritual, dan pertemuan sosial. Pendopo dibangun dengan atap joglo dan terdapat hanya di area rumah orang kaya.

  • Peringgitan.

Peringgitan merupakan ruang untuk menghubungkan omah dengan pendopo dan adalah sebuah tempat untuk ringgit, yang artinya wayang atau bermain wayang. Bentuk atap peringgitan adalah atap limasan atau kampung.

  • Omah.

Omah artinya rumah, dan merupakan bagian rumah utama. Bentuknya biasanya persegi panjang atau persegi yang lantainya ditinggikan. Pada bagian tengah, omah memiliki bentuk atap joglo atau limasan dan menggunakan bilah dinding di bagian bawah atap untuk membagi daerah luar dan dalam.

Bagian Lain dari Kompleks Rumah Tradisional Jawa

  • Dalem.

Area ini merupakan bangunan tertutup yang juga dibagi sepanjang poros utara-selatan untuk ruang-ruang yang berbeda. Di dalam rumah kampung dan limasan, pembagian tersebut sekadar untuk membedakan area depan dan belakang. Sedangkan untuk rumah joglo, pembagiannya terdiri atas bagian depan, tengah, dan belakang.

  • Senthong.

Bagian ini adalah bagian belakang omah dan terdiri atas 3 ruangan tertutup. Senthong timur adalah tempat menyimpan peralatan bertani, dan senthong barat digunakan untuk menyimpan beras maupun hasil tani lainnya. Secara tradisional, senthong adalah ruangan yang dihias dan menjadi tempat tinggal tetap bagi Dewi Sri. Terkadang, senthong tengah digunakan untuk tempat tidur pasangan pengantin baru.

Di bagian belakang atau luar kompleks rumah, ada beberapa area bangunan lain, misalnya kamar mandi dan dapur. Sumur umumnya diletakkan di sebelah timur dan selalu jadi bagian pertama yang selesai dibuat ketika sebuah kompleks rumah baru dibangun. Dan apabila keluarga bertambah kaya atau punya anggota keluarga baru, bangunan tambahan yang dinamai gandok pun akan ditambahkan pada kompleks rumah.

Artikel terkait : Jasa bangun rumah Solo, Jasa renovasi rumah Solo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *